|
Judul
Harga
|
THE DREAMERS
Rp.
37.000
|
|
No. ISBN
|
979-795-738-1
|
|
Penulis
|
Alvian
AJ @AhSpeakDoang
|
|
Penerbit
|
WahyuMedia
|
|
Tanggal terbit
|
Juni -
2013
|
|
Jumlah Halaman
|
144
|
|
Jenis Cover
|
soft
cover
|
|
Dimensi(L x P)
|
12,7 x
19 cm
|
|
Kategori
|
Fiksi
|
|
Text Bahasa
|
Indonesia ·
|
The
Dreamers karya Alvian AJ a.k.a @AhSpeakDoang yang terdiri dari
4 bab ini memberikan nuansa tersendiri dari beragam cerita yang ada. Dibuat
dengan kisah nyata menjadikan novel ini tidak membawa pembaca hanya sekedar
berkhayal mempunyai sahabat sedemikian rukun dan tak terpisahkan tetapi ini
juga memiliki banyak motivasi untuk kita. Merasakan dengan nyata kehadiran
sahabat yang benar-benar nyata adanya. Merasakan kegelisahan, saling memahami
bahkan saling menasehati satu sama lain dalam sebuah persahabatan.
Novel dengan slogan “Percayalah dengan mimpimu” secara
tidak langsung memberikan inspirasi kepada kita agar tidak pernah berputus asa
pada harapan dan impian. Asalkan diusahakan dengan cara dan di jalan yang
benar, semua akan terwujud dengan cara-Nya. Sebab pada hakikatnya mimpi dan
harapan dijawab Tuhan dengan cara yang tak pernah disangka sebelumnya oleh
setiap hamba-Nya.
Dalam bukunya yang berjudul “The Dreamers’
menceritakan tentang empat sahabat setia yang sudah berjalan selama 10 tahun
sejak kelas 5 SD. Mereka terdiri dari AJ, Fadil, Egi,dan Tedy. Mereka berasal dari keluarga sederhana,
namun mereka tetap bahagia meski dalam keadaan kekurangan ekonomi.
Mereka sering berbincang-bincang santai di bawah pohon
rindang. Namun, suatu hari di tengah perbincangan mereka Tedy mengatakan
sesuatu kepeda mereka bahwa semua orang mempunyai mimpi ibarat pohon yang
ditanam dan dirawat maka akan tumbuh dan berbuah sehingga kita dapat memetiknya
dengan mudah.
Suatu hari, Tedy mengajak 3 sahabatnya ke kawah putih,
di tengah perjalanan mereka banyak menemukan rintangan dan peristiwa,
diantaranya seperti bertemu seorang ibu yang habis kecopetan, membantu mengamen
untuk memberikan uang kepada ibu tersebut, bahkan sampai tertangkap polisi saat
razia karena dikiran pengamen jalanan. Beruntungnya ditengah perjalanan setelah
bebas dari jeratan polisi mereka bertemu seorang gadis yang bernama Resty
sedang mengalami mogok pada mesin mobilnya. Egi, lulusan SMK langsung membantu
memperbaiki mobil tersebut hingga dapat menyala kembali. Mereka pun mendapat
tumpangan gratis sampai ke puncak kawah putih. Di kawah putih mereka menuliskan
impian-impian mereka di atas sebuah batu besar dengan syarat satu sama lain
tidak boleh tahu impian sahabat mereka sendiri.
Kangen rasanya mereka tidak pernah bertemu dan
berkumpul lagi di bawah pohon rindang selama satu bulan dikarenakan kesibukan
mereka masing-masing membantu orangtua bekerja. Keadaan dimana jarang sekali
mereka bermain, berbincang-bincang, jalan-jalan, serta bersantai di bawah pohon
rindang. Sebulan berlalu akhirnya mereka dapat bertemu kembali, senang sekali.
Ditengah pertemuan tersebut fadil berinisiatif mengajak mereka pergi ke
perkebunan teh. Sesampainya disana, mereka di hadang oleh lima pemuda. Pemuda
tersebut meminta uang dan merampas harta mereka hingga akhirnya mereka saling
berkelahi. Namu sayang, di tengah perkelahian mereka Egi terkena tusukan
sebilah pisau di bagian perut dan dada dari salah satu pemuda tersebut hingga
kelima pemuda tersebut melarikan diri. Setelah di bawa ke rumah sakit, kondisi
Egi semakin memburuk. Dokter mengatakan bahwa Egi membutuhkan pendonor yang mau
mendonorkan hati dan beberapa organ dalam untuknya. Namu, tanpa sepengetahuan
orangtua serta sahabatnya, Fadil bertekad dan memaksa dokter untuk mendonorkan
hati dan organ dalamnya agar bisa menyelamatkan sahabatnya, Egi dan ia ingin
melihat orang lain bahagia apapun resikonya.
Pasca dilakukan operasi, Fadil menghembuskan nafas
terakhirnya. Ia sangat luar biasa, rela berkorban demi kebahagiaan orang lain.
Fadil mulai di makamkan, mereka AJ dan Tedy mengantarkan jenazah Fadil sampai
ke tempat peristirahatan terkahirnya. Seminggu setelah itu, Egi mulai sadar dan
sehat. Egi akhirnya tahu bahwa ia selamat berkat pertolongan dari sahabatnya
yaitu Fadil.
Selang beberapa bulan, mereka AJ, Egi, dan Tedy
merantau ke Jakarta. Disana mereka menemui halang rintang susahnya mencari
pekerjaan. Namun, dengan keteguhan dan keseriusan mereka dalam mencari kerja
akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan. Dimulai dari Egi yang diterima bekerja
di perusahaan asing sebagai maintenance
hingga ia ditugaskan ke Jepang untuk memimpin tim yang dibentuk oleh atasannya.
Lalu Tedy yang dapat pekerjaan sebagai fotografer di sebuah studio di Bandung. Dan
yang terakhir AJ sebagai penulis buku. Mimpi mereka terwujud sesuai dengan
impian yang mereka tulis di atas batu di kawah putih dulu. Namun berbeda dengan
impian yang Fadil tulis, ia menulis bahwa ia ingin selalu bersama sahabatnya.
Tetapi, sekarang ia sudah tiada. Sampai kapanpun Fadil selalu ada di hati
sahabat-sahabatnya dan selalu tetap bersama mereka sampai kapanpun.
Kelebihan Novel ini :
Pembaca dapat terhanyut oleh alur cerita yang dibuat
sehingga dapat memotivasi diri pembaca. Ceritanya sangat menarik dan menyentuh,
bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti.
Kekurangan Novel ini :
Masih ditemukan kesalahan penulisan huruf dan
kekurangan huruf dalam suatu kalimat. Butuh pengoreksian secara teliti agar
kisah ini dapat menjadi sempurna.
No comments:
Post a Comment