Sunday, 6 March 2016

RESENSI NOVEL THE DREAMERS


Judul
Harga
THE DREAMERS
Rp. 37.000
No. ISBN
979-795-738-1 
Penulis
Alvian AJ @AhSpeakDoang 
Penerbit
WahyuMedia
Tanggal terbit
Juni - 2013 
Jumlah Halaman
144
Jenis Cover
soft cover 
Dimensi(L x P)
12,7 x 19 cm
Kategori
Fiksi 
Text Bahasa
Indonesia ·

The Dreamers karya Alvian AJ a.k.a @AhSpeakDoang yang terdiri dari 4 bab ini memberikan nuansa tersendiri dari beragam cerita yang ada. Dibuat dengan kisah nyata menjadikan novel ini tidak membawa pembaca hanya sekedar berkhayal mempunyai sahabat sedemikian rukun dan tak terpisahkan tetapi ini juga memiliki banyak motivasi untuk kita. Merasakan dengan nyata kehadiran sahabat yang benar-benar nyata adanya. Merasakan kegelisahan, saling memahami bahkan saling menasehati satu sama lain dalam sebuah persahabatan.


Novel dengan slogan “Percayalah dengan mimpimu” secara tidak langsung memberikan inspirasi kepada kita agar tidak pernah berputus asa pada harapan dan impian. Asalkan diusahakan dengan cara dan di jalan yang benar, semua akan terwujud dengan cara-Nya. Sebab pada hakikatnya mimpi dan harapan dijawab Tuhan dengan cara yang tak pernah disangka sebelumnya oleh setiap hamba-Nya.
Dalam bukunya yang berjudul “The Dreamers’ menceritakan tentang empat sahabat setia yang sudah berjalan selama 10 tahun sejak kelas 5 SD. Mereka terdiri dari AJ, Fadil, Egi,dan  Tedy. Mereka berasal dari keluarga sederhana, namun mereka tetap bahagia meski dalam keadaan kekurangan ekonomi.
Mereka sering berbincang-bincang santai di bawah pohon rindang. Namun, suatu hari di tengah perbincangan mereka Tedy mengatakan sesuatu kepeda mereka bahwa semua orang mempunyai mimpi ibarat pohon yang ditanam dan dirawat maka akan tumbuh dan berbuah sehingga kita dapat memetiknya dengan mudah.
Suatu hari, Tedy mengajak 3 sahabatnya ke kawah putih, di tengah perjalanan mereka banyak menemukan rintangan dan peristiwa, diantaranya seperti bertemu seorang ibu yang habis kecopetan, membantu mengamen untuk memberikan uang kepada ibu tersebut, bahkan sampai tertangkap polisi saat razia karena dikiran pengamen jalanan. Beruntungnya ditengah perjalanan setelah bebas dari jeratan polisi mereka bertemu seorang gadis yang bernama Resty sedang mengalami mogok pada mesin mobilnya. Egi, lulusan SMK langsung membantu memperbaiki mobil tersebut hingga dapat menyala kembali. Mereka pun mendapat tumpangan gratis sampai ke puncak kawah putih. Di kawah putih mereka menuliskan impian-impian mereka di atas sebuah batu besar dengan syarat satu sama lain tidak boleh tahu impian sahabat mereka sendiri.
Kangen rasanya mereka tidak pernah bertemu dan berkumpul lagi di bawah pohon rindang selama satu bulan dikarenakan kesibukan mereka masing-masing membantu orangtua bekerja. Keadaan dimana jarang sekali mereka bermain, berbincang-bincang, jalan-jalan, serta bersantai di bawah pohon rindang. Sebulan berlalu akhirnya mereka dapat bertemu kembali, senang sekali. Ditengah pertemuan tersebut fadil berinisiatif mengajak mereka pergi ke perkebunan teh. Sesampainya disana, mereka di hadang oleh lima pemuda. Pemuda tersebut meminta uang dan merampas harta mereka hingga akhirnya mereka saling berkelahi. Namu sayang, di tengah perkelahian mereka Egi terkena tusukan sebilah pisau di bagian perut dan dada dari salah satu pemuda tersebut hingga kelima pemuda tersebut melarikan diri. Setelah di bawa ke rumah sakit, kondisi Egi semakin memburuk. Dokter mengatakan bahwa Egi membutuhkan pendonor yang mau mendonorkan hati dan beberapa organ dalam untuknya. Namu, tanpa sepengetahuan orangtua serta sahabatnya, Fadil bertekad dan memaksa dokter untuk mendonorkan hati dan organ dalamnya agar bisa menyelamatkan sahabatnya, Egi dan ia ingin melihat orang lain bahagia apapun resikonya.
Pasca dilakukan operasi, Fadil menghembuskan nafas terakhirnya. Ia sangat luar biasa, rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Fadil mulai di makamkan, mereka AJ dan Tedy mengantarkan jenazah Fadil sampai ke tempat peristirahatan terkahirnya. Seminggu setelah itu, Egi mulai sadar dan sehat. Egi akhirnya tahu bahwa ia selamat berkat pertolongan dari sahabatnya yaitu Fadil.



Selang beberapa bulan, mereka AJ, Egi, dan Tedy merantau ke Jakarta. Disana mereka menemui halang rintang susahnya mencari pekerjaan. Namun, dengan keteguhan dan keseriusan mereka dalam mencari kerja akhirnya mereka mendapatkan pekerjaan. Dimulai dari Egi yang diterima bekerja di perusahaan asing sebagai maintenance hingga ia ditugaskan ke Jepang untuk memimpin tim yang dibentuk oleh atasannya. Lalu Tedy yang dapat pekerjaan sebagai fotografer di sebuah studio di Bandung. Dan yang terakhir AJ sebagai penulis buku. Mimpi mereka terwujud sesuai dengan impian yang mereka tulis di atas batu di kawah putih dulu. Namun berbeda dengan impian yang Fadil tulis, ia menulis bahwa ia ingin selalu bersama sahabatnya. Tetapi, sekarang ia sudah tiada. Sampai kapanpun Fadil selalu ada di hati sahabat-sahabatnya dan selalu tetap bersama mereka sampai kapanpun.

Kelebihan Novel ini :
Pembaca dapat terhanyut oleh alur cerita yang dibuat sehingga dapat memotivasi diri pembaca. Ceritanya sangat menarik dan menyentuh, bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti.
Kekurangan Novel ini :
Masih ditemukan kesalahan penulisan huruf dan kekurangan huruf dalam suatu kalimat. Butuh pengoreksian secara teliti agar kisah ini dapat menjadi sempurna.





No comments:

Post a Comment