} Parafrasa mengandung arti pengungkapan kembali suatu tuturan atau karangan menjadi bentuk lain namun tidak mengubah pengertian awal.
CARA MEMBUAT:
} Bacalah naskah yang akan diparafrasakan sampai selesai untuk memperoleh gambaran umum isi bacaan/tulisan.
}Bacalah naskah sekali lagi dengan memberi tanda pada bagian-bagian penting dan kata-kata kunci yang terdapat pada bacaan.
}Catatlah kalimat inti dan kata-kata kunci secara berurut.
}Kembangkan kalimat inti
dan kata-kata kunci menjadi gagasan pokokyang sesuai dengan topik bacaan.
}Uraikan kembali gagasan pokok menjadi paragraf yang singkat dengan bahasa sendiri.
TEKNIK MEMBUAT PARAFRASA:
}Membaca informasi secara cermat.
}Memahami isi informasi
secara umum.
}Menulis inti atau pokok informasi dengan kalimat sendiri.
}Mencatat kalimat pokok atau inti secara urut.
MEMPRAFRASAKAN PUISI MENJADI PROSA
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memparafrasakan puisi menjadi prosa ialah seperti berikut.
}Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan seksama.
}Pahami isi kandungan
puisi secara utuh.
}Jelaskan kata-kata kias
atau ungkapan yang terdapat dalam puisi.
}Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri.
}Sampaikan secara lisan
atau dibacakan.
Selamat Tinggal
aku berkaca
ini muka penuh luka
siapa punya?
kudengar seru menderu
dalam hatiku
apa hanya angin lalu?
lagu lain
pula
menggelepar di tengah malam buta
ah...!!!
segala menebal, segala mengental
segala tak kukenal
(Chairil Anwar)
parafrasanya menjadi:
Ketika aku berkaca, aku sangat terkejut melihat mukaku ini mulai dipenuhi luka. Sebenanya ini punya siapa?
Aku mendengar suara yang seru menderu, dalam hati kubertanya, apakah itu hanya suara angin lalu?
Aku mendengar suara yang seru menderu, dalam hati kubertanya, apakah itu hanya suara angin lalu?
Aku
pun mendengar lagu yang
lain menggema menggelepar di tengan malam buta.
Ah,...!!
Segalnaya telah tiba menebal, bahkan segalanya jadi mengental, sehingga segalanya tidak aku kenal.